Senin, 18 Januari 2016

Plastik dan Sejarahnya

Setelah kemarin kita sedikit belajar mengenai apa itu kemasan dan sejarahnya serta kemasan yang terbuat dari kertas sekaang kita akan belajar mengenai plastik. Apa to sebenarnya plastik itu dan bagaimana sejarah plastik itu. Oke mari kita bahas
  1. Pengertian Plastik
Tentu kita semua tau yang namanya plastik, plastik sendiri tak bisa lepas dari kehidpan kita sehari-hari, dari mulai peraotan rumah hingga mainan anak banyak yang terbuat dari plastik. Namun apa kita tau sebenarnya plastik itu. Plastik adalah bahan buatan yang dibuat orang dari senyawa organik, yang biasanya diperoleh dari minyak bumi.  Senyawa atau bahan campuran organik adalah senyawa yang terbentuk dari karbon dan unsur-unsur lain. Plastik dibuat melalui suatu proses kimia yang menggabungkan molekul-molekul senyawa organik sederhana menjadi rantai-rantai panjang yang mungkin mengandung jutaan satuan. Plastik biasanya terjadi dalam keadaan cair, kemudian dikeraskan dengan pemanasan atau pendinginan. Plastik bersifat tahan karat, ringan, bening atau berwarna , dan merupakan penyekat panas dan listrik yang baik. Bahan ini mudah dibentuk dan beberapa di antaranya sangat kuat.
Dewasa ini plastik merupakan salah satu bahan yang paling banyak dipakai dalam kehidupan masyarakat modern. Amerika Serikat adalah penghasil plastik terbesar di dunia. Bahan plastik dapat dibuat menjadi berbagai macam barang. Bahan ini dapat dicetak, ditarik menjadi benang, dijadikan lembaran bening, dan dibuat cat, perekat, atau barang perhiasan.
  1. Sejarah Singkat Plastik
Setelah kita tau apa itu plastik yuk cari tau tentang sejarahnya. Istilah plastik pertama kali dikenalkan oleh Alexander Parkes pada tahun 1892. Parkes memperkenalkannya di sebuah Great International Exhibition di London pada 1892. Salah satu hasilnya adalah ketika bola biliar yang semula terbuat dari semen digantikan dengan bahan temuan hyatt ini. Sayangnya, temuan Hyatt dianggap kurang bagus sebab jenis plastik ini sangat mudah meleleh di udara panas dan akhirnya bentuknya rusak. Dalam waktu hampir bersamaan, tepatnya 1897, muncul jenis plastik lain bernama formaldehyde resins atau yang disebut bakelit. Namun, jenis plastik ini kemudian disebut sebagai plastik modern. Salah satu produk yang terkenal ketika itu adalah ketika jenis ini digunakan sebagai campuran pembuat kapur tulis. Plastik jenis ini mencampur antara formaldehyde resin dengan teknik pembuatan dengan elektrisitas (listrik).  Plastik milik Smith bersifat lebih keras dan kaku. Secara garis besar, pada 1839 – 1894 merupakan era kemunculan plastik jenis semisintetis. Sedangkan pada awal abad ke-20 (1908 – 1932) merupakan era paling produktif munculnya jenis-jenis plastik, mulai dari plastik yang kemudian dijadikan benang (nilon), PVC yang lebih elastis , hingga si busa putih bernama Styrofoam temuan Ray McIntire pada 1954.
Memasuki era modern, 1940 – 1980, material pembuat plastik bukan hanya dari selulosa, alkohol, atau resin, namun ada yang dicampur kristal. Yang sifatnya kaku, awet, dan bening transparan seperti kristal. Plastik jenis ini kemudian banyak digunakan sebagai kaca lampu kendaraan atau lampu-lampu lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar